Selamat Datang di Blog sederhana ini......

Jumat, 2008 Februari 15

Sate Padang Berlogat Jawa

Apakah ada sate padang berlogat jawa? Tentu tidak. Yang ada adalah penjual sate padang berlogat jawa. Tidak percaya? Mampirlah sekali-sekali ke rumahku. Sekitar usai sholat Isya, penjual sate padang ini akan melintas di depan rumah, dan dengan lantang serta nyaring berseru,

“Saateee... padhang....!”

Suaranya melengking tinggi, membelah udara, menerobos sela-sela pintu dan kusen jendela, masuk ke rumah-rumah di sekitarnya, beradu cepat dengan asap satenya yang berhembus malu-malu. Simaklah logatnya yang medhok, khas orang Jawa. Namun aku tak pernah sempat menanyakan, apakah ia asli orang Padang, atau orang Jawa yang entah kenapa trampil membuat sate ala padang.

Malam itu ia kembali lewat. Padahal hujan begitu deras mengucur. Suaranya yang khas kali ini beradu kuat dengan rinai hujan. Menimbulkan perasaan sendu bagi siapa saja yang mendengar. Menjalarkan perasaan prihatin bagi siapa saja yang peduli. Mengusik kesadaran bahwa ada jenis kehidupan yang teramat berbeda, meski berdekatan, dengan kita.

“Apa ada yang beli ya?” tanya anakku dengan wajah prihatin.

Kami pun terlibat diskusi intens di ruang keluarga yang hangat. Anak-anakku meluncurkan pertanyaan bertubi-tubi tak ada habisnya.

“Memangnya tukang sate itu orang Jawa ya? Apa orang Jawa enggak boleh jualan sate padang?” tanya si Sulung.

Aku dan isteriku tersenyum geli. Belum tentu ia orang Jawa. Kita tak pernah bertanya langsung. Dan kalaupun ia memang orang Jawa, tak ada larangan untuk berjualan Sate Padang, Sate Tegal, Sate Madura, atau Sate Arab sekalipun.

“Apa jualannya laku ya?”

Pertanyaan ini adalah jenis pertanyaan yang paling sering muncul. Untuk pertanyaan seperti ini, aku menyempatkan diri menjelaskan agak panjang, lebar dan dalam.

Seingatku, tukang sate padang berlogat Jawa ini telah berjualan sejak kami menempati rumah ini. Itu artinya sejak si Nomor Dua lahir, yang berarti tukang sate tadi telah berjualan paling tidak selama 8 tahun. Cukup lama. Berarti hasil dari jualan sate ini cukup memadai bagi kehidupan sehari-hari sang penjual sate ini.

“Kasihan ya, hujan-hujan begini masih jualan, ” kata si Bungsu, dengan butiran kristal mulai membayang di matanya.

Aku tersenyum, dan merengkuhnya dalam pelukanku. Mencoba meredakan kegelisahannya. Bersyukur bahwa masih ada sensitifitas dalam jiwanya yang bening. Tak kan kurecoki jiwa-jiwa lembut ini dengan pernyataan memang sudah nasib tukang sate itu. Biarlah waktu kelak akan mengajarkan kepada mereka pelajaran yang sangat kompleks ini. Seni antara berempati dengan nasib orang lain, dan kearifan untuk dapat menarik pelajaran.

Ini adalah pemahaman makna yang maha sulit. Bagaimana menangkap pesan keadilan Allah ketika kita berhadapan dengan fenomena kesenjangan seperti ini, tanpa harus menghakimi atau menjustifikasi siapa pun?

Sudahkah saatnya? Pikiranku kelu dalam ketidakyakinan. Ya Allah, inilah hambaMu yang bodoh. Ajarkanlah aku hikmahMu lewat bait-bait kehidupan yang kau lintaskan di hadapanku.

Ada berapa banyak tukang sate-tukang sate lainnya yang kehujanan di luar sana? Mengais rizki di sela-sela hujan yang mendera. Menelusuri lorong-lorong kompleks dan perkampungan tanpa ada kepastian adanya pembeli. Atau menunggu di mulut-mulut perumahan, sebelah menyebelah dengan tukang-tukang becak yang meringkuk menahan lilitan hawa dingin.

Sungguh ajaib bahwa masih ada saja tawa dalam hari-hari mereka. Walau kutahu bahwa tawa dan bahagia tak harus berkorelasi dengan kepemilikan harta, namun tak dapat kubayangkan jika Allah berkehendak menjadikanku salah seorang di antara mereka.

Banyak hal yang tak mudah dipahami dalam hidup ini. Tentang kehendakNya membagi nikmat. Tentang rahasiaNya di balik spektrum sosial ekonomi yang merentang selebar bumi setinggi langit. Tentang mutiara-mutiara kehidupan yang terpendam dalam lumpur bernama kemiskinan. Yang hikmahnya hanya bisa terpantul pada mata batin yang senantiasa resah, pada jiwa-jiwa yang gelisah dan peka, pada rasa-rasa yang tajam karena senantiasa diasah pada cadas kehidupan.

Agaknya, bagi mereka yang dilimpahi rizki, ini adalah praktek dari mata kuliah syukur nikmat, dengan jumlah SKS sepanjang usia. Namun mereka yang menempuh mata kuliah ini, harus lulus terlebih dahulu dari materi tentang ke-Maha Kuasa-an Allah, dan dari materi Iradah. Materi ini masih harus diperkaya dengan topik ke-Maha Adil-an Allah. Bahwa Dia Maha Tahu apa yang terbaik bagi makhluk ciptaanNya.

Bahwa Allah Maha Kuasa, dan Maha Berkehendak. Bahwa Allah takkan terbendung jika menginginkan sesuatu terjadi. Bahwa mudah saja bagiNya untuk mengangkat status sosial ekonomi seseorang, sebagaimana mudah pula bagiNya untuk menenggelamkannya.

Maka, dengan pemahaman seperti ini, barulah pelajaran syukur nikmat dapat mulai dipahami. Tanpa membatinkan pemahaman ini, maka dengan mudah kita akan tergelincir pada kesombongan ala iblis. Yang menisbatkan kesuksesan kepada kebesaran diri. Yang menganggap bahwa yang kita miliki adalah memang milik kita. Bahwa jerih payah kitalah yang menyebabkan ini semua terjadi. Kita akan menganggap campur tangan Allah hanya sebatas teller bank yang memberikan kita sejumput uang yang memang milik kita, yang cukup disapa dengan senyum dan ucapan terima kasih, untuk kemudian berlalu dan kita lupakan.

Tanpa pemahaman tentang siapa sesungguhnya Sang Pemilik, kita akan menganggap Allah hanyalah simbol lain di samping simbol-simbol basa basi lainnya dalam hidup kita. Kita menyapaNya, namun tak menganggap peranNya. Kita senantiasa menyebut namaNya, namun tak merasakan getar kehadiranNya.

Buat mereka yang kelebihan rizki, dapatlah kiranya membahas keadilan Allah, dan pelajaran syukur nikmat dalam ruang keluarga yang nyaman, ditemani secangkir kopi hangat, dan kue-kue kering yang gurih.

Namun, bagaimanakah mendalami materi ini pada guyuran air hujan di malam gelap, atau di bawah terikan sinar matahari di atas aspal yang membara? Atau ketika si kecil sakit namun tak ada biaya untuk berobat? Atau ketika disodorkan biaya pendaftaran sekolah yang beratus ribu bahkan berjuta-juta, sementara besok makan entah apa?

Aku pun terperangkap dalam sebuah syair,

Mungkin yang buat kita
Masih tersimpan di syurga
Menunggu kita siap menerima

sabruljamil.multiply.com


Minggu, 2007 Desember 30

RESOLUSI " Komar " 2008


di penghujung tahun 2007 ini, mungkin kita rada berfikir tentang smua perjalanan hidup selama kurun waktu dua semester ke belakang...
ada orang yang merasakan manisnya perjalanan hidup di sepanjang tahun, dengan merasakan kesuksesan dalam meniti karir atau bidang lainnya, ada juga yang mengalami kesusahan sepanjang tahun , atau bahkan dia cenderung monoton ( sungguh orang yang merugi ) yakni tidak ada perubahan hidup dari tahun ketahun....
tapi itu smua tergantung dari orang itu sendiri yang menjalani kehidupannya masing - masing...
dan semoga kita berada dalam kelompok orang pertama....
"muhassabahan" ( maaf kalau salah penulisannya ) tahun ini, mungkin ada sedikit harapan dan cita - cita saya di tahun yang akan datang....
terinspirasi dari guru besar saya, sekaligus pimpinan tempat saya "mencari rezeki" beliau selalu mengajarkan tentang Integritas ( meski saya juga ga faham2 banget ), tapi saya ngerti maksudnya, beliau telah telah menularkan ilmu2 yang sangat bermanfaat buat saya, buat teman-temannya, keluarganya, dan terlebih lagi buat lingkungan sekitarnya ( subhanallah, semoga Allah senantiasa melimpahkan rezeki yang hallal buat beliau, dan karunia serta kesehatan yang hakiki
).... selama kurang lebih 1 tahun kerja bersama beliau, inilah momment yang sangat saya nantikan yakni kekuatan, pengalaman, serta komitmen saya dalam menentukan jalan hidup... " kita jangan mencari rezeki, tapi kita harus menjemput rezeki " itulah salah satu wejangan yang masih saya ingat, dan tak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun... tahun depan komitmen saya :
  1. utamakan kedua orang tua dalam berbagai hal ( doakan anakmu, supaya jd orang yg berguna dan senantiasa berbakti kepadamu )
  2. meningkatkan amalan ibadah
  3. senantiasa menjaga lisan ( itulah salah satu sifat saya, ngomong apa adanya )
  4. terinpirasi dari kata2 TDA Insya Allah ada rencana kesana, dan pengen bikin kloningan2'nya euy...
  5. belajar lagi ( insya allah sekuat tenaga )
  6. orientasi hidup yang jelas
  7. ingin berkurban buat kedua orang tua saya, di bulan Dzulhijjah taun depan ( Insya Allah ) dan tentunya masih banyak lagi se'tumpuk asa dan harapan yg bisa dijadikan solusi di tahun yang akan datang....

terimakasih buat semua orang-orang yang selalu mengingatkan saya sepanjang hidup ini,

kau adalah inspirasiku....
kau adalah guruku....
kau adalah bagian dari segudang ilmu yang sangat ku butuhkan....



Sabtu, 2007 Desember 15

KEKUATAN PIKIRAN


Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, "Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. Maka belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?" sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.

Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orangtuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orangtua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.

Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.

Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. "Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satu pun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan."

Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.

Saudara,

Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak disertai dengan pengertian benar!

Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, yakni you are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan! Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai!

Karena itu, kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.


AYAHKU TUKANG BATU

Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. "Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor," katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.

Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.

Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. "Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu," keluhnya dalam hati.

Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.

Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman, si ayah berkata, "Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin, dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini di mana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini."

Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, "Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu."

Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, "Maafkan putri, Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah." Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.

Saudara,

Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan, dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.

Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan. Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.

Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan integritas sebagai manusia.

Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah keberanian !


Kamis, 2007 Desember 13

KUNCI SUKSES ENTREPRENEUR

Kedewasaan seorang entrepreneur amat ditentukan oleh sebarapa tegar ia menghadapi tantangan-tantangan yang datang. Ia tak mudah putus asa meski jatuh berkali-kali. Ketika jatuh, ia segera berdiri dan melihat masalah yang dihadapinya sebagai jalan menuju kesuksesan berikutnya. Risiko baginya adalah bibit kesuksesan bukan musibah.

Dalam menghadapi berbagai risiko, seorang entrepreneur unggulan harus memiliki sejumlah tips sehingga ia lebih mudah merefleksikan risiko di depan mata guna mencari jalan keluarnya. Salah satu tips menjadi entrepreneur unggulan dicetuskan oleh dari pakar manajemen bisnis, Dr. Rhenald Kasali. Menurutnya, ada 5 prinsip penting yang harus dipegang agar seseorang entrepreneur bisa sukses berwirausaha, yaitu:

  1. Reputasi
    Senantiasa menjaga reputasi (nama baik). Hal ini amat penting sebab tanpa nama baik tidak mungkin kita mendapatkan kepercayaan orang. Tidak ada kepercayaan, tidak ada bisnis.
  2. Tumbuh dari bawah.
    Sukses tidak mungkin dicapai dalam semalam. Sukses senantiasa dimulai dengan langkah kecil bahkan dari nol. Tentu titik nol bagi setiap orang tidaklah sama. Sebagai contoh, jika kita pernah kuliah atau bekerja maka setidaknya kita sudah punya jaringan dan pengetahuan dasar atau paling tidak cara berpikir yang lebih maju dibandingkan mereka yang belum pernah kuliah atau kerja.
  3. Konsentrasi.
    Jika kita telah memutuskan untuk masuk ke bidang tertentu maka kita harus fokus dan berkonsentrasi. Jangan satu belum beres, sudah mau memulai bidang yang lainnya. Konsentrasi juga menuntut ketekunan kita. Percayalah, di dunia ini tidak ada yang bisa mengalahkan ketekunan. Jangan mudah putus asa!
  4. Anti kerumunan.
    Tidak terjun ke tempat atau bidang yang telah banyak dimasuki orang (bukan pengikut) kecuali mampu memberikan nilai lebih yang membedakan kita dengan pemain sebelumnya. Misalnya kualitas produk yang lebih baik dan lebih murah dari pesaing. Maka alangkah baiknya jika kita memulai sebuah bisnis bukan dengan motivasi latah atau sekadar ikut-ikutan saja. Ciptakan sesuatu yang berbeda!
  5. Modal hanya pelengkap.
    Hampir semua orang yang saya temui menyatakan mereka sebenarnya ingin berwirausaha hanya saja ada kendala modal uang. Mereka berpikir untuk memulai suatu usaha harus ada modal besar, berbentuk PT, punya kantor, sekretaris, dsb. Padahal kita bisa mulai dengan modal sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank, kenalan atau saudara). Jika cerdas, kita bisa memulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali. Misalnya dengan sistem titip jual (konsinyasi).
Selanjutnya, untuk memulai suatu usaha ada tips menarik dari Purdi Chandra, entrepreneur sukses yang juga pemilik Primagama Group. Menurutnya, kunci sukses seorang entrepreneur terletak pada keberanian untuk memulai usaha. Mengambil langkah pertama (first step)! Sikap ini oleh Purdi dinamakan Entre-Q (entrepreneur qoutient). Tentu bukan asal berani tapi keberanian yang penuh optimisme. Purdi mengatakan, banyak orang di negeri ini yang kaya ide tapi miskin keberanian. Ya, akhirnya mereka tak pernah jadi kaya. Hanya hidup di alam mimpi.

Cara Mudah Menyimpan Uang










Bingung punya "duit" mau disimpan dimana...???

hmmmm....
klo boleh saran sih, sebaiknya jangan disimpan di lemari, sarung bantal, dibawah kasur, apalagi didapur, wah... bisa repot urusannya...
gimana klo kebakaran, atau kena maling...???
(amit-amit dah....), tp ga ada salahnya kan klo kita lebih hati2....???

Nah...
Mumpung anda lagi punya "duit" ga ada salahnya deh klo anda gabung di Alpha-Group, disana anda bisa investasi berupa WARNET......!!!!!
WARNET....????
yah WARNET....
jenisa usaha yang marak dan menjamur di setiap sudut kota, bahkan sampai ke pelosok daerah2 pinggiran...
cocok bagi anda yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan, atau bagi anda yang pensiunan, tp ingin mendapatkan passive income per bulan..
jangan tunggu lama lagi....... gabung bersama Alpha-Group sekarang juga....!!!
kesempatan sukses menanti anda.........!!!!!!!!!

untuk info lebih lanjut silahkan kunjungi di www.warnet-alpha.net
join be right now...!!!

BINGUNG CARI KONEKSI...????



Hallo.. Hallo.. Hallo...
anda pengusaha warnet..?? atau anda hanya sekedar pengguna internet...??
tapi bingung cari Koneksi yang realible..????
anda mencari koneksi yang
  1. koneksi internet yang cepat dan stabil..?
  2. Harga relatif terjangkau..?
  3. MasaTrial yang cukup lama..? ( bisa dibandingkan dengan ISP sejenis )
  4. Service Level Agreement yang menarik..? hingga 95%..?
  5. atau Anda mencari ISP yang sangat memanjakan anda..
hemmm..
ga usah bingung deh.....
ada kok ISP yang sebagus itu ...
www.net-cyber.com solusinya.....!!!!
so' pasti ga bakalan nyesel deh... ^^
apalagi sekarang Net-Cyber lagi mengembangkan rt/rw - Net ( Net-Home ), wahhh cocok banget tuh, buat anda yang sering Online, nyari2 sumber Informasi, bikin tugas, sekedar Chating, maen game Online, download etc, tapi males ke warnet....???
wew pas baget deh buat anda yang masih mondar - mandir nyari - nyari provider yang kualitasnya " Jempolan "....

terbukti dengan banyaknya pengusaha2 warnet yang mempercayakan Koneksinya kepada Net-Cyber, apalagi didukung dengan team support yang "is the best".....

Masih ga yakin....????
silahkan anda konsultasi ke
  1. sdr Adzan. W. Jatmiko, S.Kom
  2. sdr Dimas Rinaldi, S.Kom
  3. sdr Dedy K, S.kom
  4. sdr Riki, S.sos
yuppsss....
selamat bergabung.....